Tidak semua pertemuan langsung terasa istimewa.
Ada yang dimulai dengan sangat sederhana — bahkan hampir tak terasa berarti.
Kami pertama kali saling mengenal saat masih duduk di bangku SMP, berada di kelas yang sama. Saat itu kami hanyalah dua orang yang kebetulan berada di ruang yang sama. Berteman seperti biasa, jarang berbincang, dan menjalani hari-hari sekolah tanpa pernah menyangka bahwa suatu saat nanti kisah kami akan berlanjut jauh lebih dalam.
Waktu berjalan, masa sekolah pun berakhir pada tahun 2016.
Seperti banyak cerita lainnya, kami melangkah ke kehidupan masing-masing tanpa kabar, tanpa percakapan. Seolah kisah yang pernah ada berhenti begitu saja.
Namun hidup sering kali memiliki cara yang tak terduga untuk mempertemukan kembali dua orang yang sebenarnya ditakdirkan berjalan berdampingan.
Di tahun 2017, sebuah pesan sederhana kembali membuka percakapan yang sempat terhenti. Dari sapaan yang biasa, percakapan itu perlahan menjadi kebiasaan. Hari demi hari kami saling berkabar, saling mendengar cerita, dan tanpa disadari kedekatan itu tumbuh dengan sendirinya.
Sejak saat itu, kami mulai berjalan bersama.
Banyak waktu yang dihabiskan berdampingan, banyak tempat yang kami kunjungi, dan banyak cerita yang kami bagi. Dalam perjalanan itu, kami menciptakan begitu banyak kenangan—tawa yang tulus, kebahagiaan sederhana, dan juga berbagai ujian yang mengajarkan kami arti saling menguatkan.
Perjalanan ini membuat kami belajar untuk saling memahami, menerima kekurangan, dan menghargai satu sama lain. Dari waktu ke waktu kami semakin menyadari, bahwa apa yang kami rasakan bukanlah sekadar pertemuan biasa.
Perjalanan ini mungkin panjang, namun justru di dalamnya kami menemukan arti kebersamaan yang sesungguhnya.
Hingga pada suatu titik, kami mengerti bahwa beberapa pertemuan memang tidak pernah terjadi secara kebetulan.
Ada cerita yang memang ditulis untuk terus berlanjut.
Dengan penuh rasa syukur dan cinta, kami memutuskan untuk melangkah ke babak baru kehidupan.
Bukan lagi sekadar berjalan berdampingan, tetapi berjanji untuk saling menjaga, saling menguatkan, dan menua bersama.
Dan pada tanggal 19 Maret 2026, kami memilih untuk mengikat perjalanan ini dalam sebuah janji suci pernikahan.
Karena pada akhirnya, cinta bukan hanya tentang bagaimana dua orang dipertemukan, tetapi tentang bagaimana mereka memilih untuk tetap bersama—dalam setiap langkah kehidupan, hari ini, esok, dan selamanya.